• Login
Resensi.id
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi
No Result
View All Result
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi
No Result
View All Result
Resensi.id
No Result
View All Result

Terapi mental melalui karya Rumi

admin oleh admin
15 Juni 2020
kategori agama, sastra
0
0
SHARES
66
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

 

Maulana Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair sufi yang karyanya telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Peminatnya bukan hanya nerasal dari kalangan dunia islam, tetapi juga dari dunia barat. Kumpulan puisi Rumi yang terkenal adalah Masnawi, merupakan mahakarya yang menjadi warisan penting hingga saat ini. Rumi melalui Masnawi mengajari kita mengontrol energi liar di dalam diri kita. Rumi mengacari kita bagaimana untuk mendalami ajaran dan hikmah yang tersirat di dalam karyanya.

Nevzat Tarhan melalui buku ‘Terapi Masnawi’mengajak kita untuk melejitkan energi positif  dengan menyelami hikmah dari seorang penyair dan sufi kenamaan, Maulana Jalaluddin Rumi. Dalam buku ini, kita akan membaca banyak kisah-kisah dari Rumi, diajak menyelami hikmah-hikmah yang terkandung, serta merefleksikannya dalam kehidupan kita.

Melalui buku ini, Nevzat ingin menerapkan salah satu metode untuk menjaga kesehatan jiwa yang disebut Biblioterapi, adalah penggunaan bahan bacaan (teks-teks khusus) untuk mengatasi penyakit dan gangguan jiwa seseorang. Metode ini membutuhkan seorang ahli yang dapat membimbing terapi. Orang yang melakukan terapi akan menemukan bacaan apa yang disukainya, membaca secara individual sebuah teks yang dipilih kemudian menganalisisnya.

Bagian utama dalam buku ini menyajikan 32 pola pikir yang keliru dalam kehidupan manusia, yang merupakan penyakit mental. Nevzat mencoba mengembangkan gagasan-gagasan berkaitan dengan cerita-cerita hikmah Rumi dan selanjutnya  memaparkan ulasan terhadap cerita-cerita tersebut. Di bagian akhir dari setiap judul, Nevzat menyisipkan kutipan syair dari Masnawi yang sepertinya ditujukan sebagai penguat dan merangkum proses terapi. Di bagian akhir buku, penulis memaparkan 10 langkah tentang kecerdasan emosi, yang dapat digunakan dalam pelatihan kecerdasan sosial.

Pola pikir yang keliru yang dibahas dalam buku ini misalnya adalah pola pikir yang menganggap bahwa  “Dikenal, dipuji, dan dikagumi orang lain adalah hal yang penting. Orang-orang harus tahu bahwa aku adalah orang yang istimewa”. Padahal hasrat untuk dikenal, dipuji, dan dikagumi oleh orang lain berpotensi mendatangkan bahaya dari orang-orang yang iri dan dapat mengundang datangnya musuh. Pada umumnya manusia ingin menunjukkan hal baik yang ada pada diri mereka. Ini adalah hal yang normal, tapi yang paling penting adalah berusaha untuk tidak menimbulkan masalah.

Salah satu kisah hikmah dalam buku Terapi Masnawi  yang dapat kita terapkan adalah cerita yang berjudul ” Menyucikan mulut dengan berdzikir kepada Allah”. Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa a.s. “Ya Musa, berdoalah kepadaku dengan mulut yang bersih tanpa dosa!”.

 “Ya Rabb, hamba tidak mempunyai mulut seperti itu, bagaimana caranya agar hamba bisa berdoa dengan mulut yang bersih dari dosa?” tanya Nabi Musa.

“Berdoalah dengan mulut-mulut (perantara) orang lain; karena berdoa dengan mulut orang lain tidak membuatmu berdosa. Jagalah tingkah lakumu agar orang-orang mau mendoakanmu siang dan malam atau bersihkan mulutmu. Allah memiliki nama-nama yang bersih, menyebut nama-Nya (berdzikir kepada-Nya) membersihkan mulut yang penuh dosa” firman Allah.

Jadi menurut kisah hikmah ini ada dua cara supaya do’a kita dapat terkabul :  jika kita merasa belum memiliki mulut yang bersih karena penuh dosa dan jarang berdzikir, solusinya adalah meminta kepada orang lain untuk mendoakannya. Karena doa yang dipanjatkan orang lain tidak terikat dengan dosa pihak yang didoakan.

Karya Maulana Rumi adalah karya yang penuh cinta. Salah satu pesan cinta Rumi yang tertulis dalam buku ini yaitu kecantikan fisik bukanlah syarat utama cinta. Pada pandangan pertama atau dalam hubungan singkat, bentuk fisik mempunyai pengaruh, tetapi dalam kebersamaan yang panjang kecantikan pada karakter seseorang justru sangat penting. Jika kita ingin menjalin hubungan yang langgeng, maka kecantikan karakter harus diutamakan dalam memilih pasangan.

 

Judul buku : Terapi Masnawi

Penulis : Prof. Dr. Nevzat Tarhan

Penerjemah : Ridho Assidicky, Ummahati Solichin, Bernando J. Sujibto

Penerbit : PT Qaf Media Kreativa

Cetakan : Pertama, 2016

Tebal : 316 halaman

ISBN : 978-602-73761-4-4

Peresensi: Maliang (Pegiat di taman baca takselesai )

Previous Post

Kisah dan Pelajaran Gerakan Rakyat dari Dunia Ketiga

Next Post

Belajar Menjadi Bangsa Maju dari Reformasi Pola Hidup Bangsa Jepang

Next Post

Belajar Menjadi Bangsa Maju dari Reformasi Pola Hidup Bangsa Jepang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagaimana Islam Memandang Aborsi, Childfree dan Perempuan Pencari Nafkah untuk Suaminya?

Bagaimana Islam Memandang Aborsi, Childfree dan Perempuan Pencari Nafkah untuk Suaminya?
oleh Ilham SR
21 Februari 2026
0
ShareTweetSendShare

Apakah Perempuan Sekarang Sudah Menjadi Sarinah Seperti yang Soekarno Impikan?

Apakah Perempuan Sekarang Sudah Menjadi Sarinah Seperti yang Soekarno Impikan?
oleh Etika Filosofia
20 Februari 2026
1
ShareTweetSendShare

Panduan Menulis Resensi Buku

Panduan Menulis Resensi Buku

Panduan Menulis Resensi Buku

oleh admin
19 Desember 2024
0
ShareTweetSendShare

Moral dalam Lintasan Teknologi dan Agama

Definisi Moral
oleh Muhammad Imam Farouq
20 Februari 2026
0
ShareTweetSendShare

"Baca Apa Yang Ingin Kamu Baca"

Menu

Penulis

Kontak

Daftar

Menjadi Penulis

Syarat Ketentuan

Privacy Policy

Copyright © 2023 Resensi.id. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi

© 2022 Resensi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In