• Login
Resensi.id
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi
No Result
View All Result
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi
No Result
View All Result
Resensi.id
No Result
View All Result

Melogikakan pancasila dan mempancasilakan logika

Syaza farzanayu maheswari (Penikmat buku sastra dan ekonomi)

admin oleh admin
5 Agustus 2023
kategori filsafat
0
Resensi buku Logika Berpancasila

Resensi buku Logika Berpancasila

0
SHARES
50
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

 

Pelan dan pasti, kerja merumuskan dan membukukan pancasila di wilayah praksis adalah keharusan. Ini projek menambal ruang kosong. Terutama sejak reformasi, sejak saat itu tafsir pancasila berhenti. Limbo: yang lama sekarat, yang baru tidak menguat.

Akhirnya, bangunan ipoleksosbudhankam kita kini dan ke masa depan menjadi poco-poco. Bahkan berputar-putar membusuk. Tidak ada dentuman. Tidak melahirkan kemartabatan negara. Tidak menampilkan kejelasan visi, peta jalan, dan haluan yang adekuat. Tidak menghadirkan kesentosaan. Menjauhkan kesejahteraan. Mengalpakan perlindungan, kecerdasan dan ketertiban.

Di mana saja tidak terbangun keandalan tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera. Setiap saat, kapal republik dibajak dan dibelokkan arahnya. Nyungsep. Kecerdasan publik dilumpuhkan kerumunan dan kepremanan politik, perwakilan bermutu disisihkan melalui keterpilihan semu, pemerintahan hukum dilumpuhkan kerakusan politik “kekeluargaan”.

Padahal, jauh hari lalu, pengertian demokrasi pancasila sudah sangat baik disampaikan presiden soeharto pada tanggal 16 juni 1967 yang berpandangan:

 “demokrasi pancasila berarti demokrasi kedaulatan rakyat yang dijiwai dan diintregasikan dengan sila-sila lainnya. Hal ini berarti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi harus selalu disertai dengan rasa tanggung jawab kepada tuhan yang maha esa menurut keyakinan agama masing-masing, harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, harus menjamin dan mempersatukan bangsa dan harus dimanfaatkan untuk mewujudkan keadilan sosial. Pancasila berpangkaltolak dari paham kekeluargaan dan gotong royong (1978).”

Jelas, bukan gotong-nyolong. Tapi kini kok tiap hari kita disuguhi perampokan lokal yang tidak tidak terhentikan? Ribuan pejabat ditangkap oleh KPK tetapi anehnya tidak menyurutkan elite baru untuk bertobat.

Jauh hari lalu, proklamator hatta (1969) juga sudah menyampaikan bahwa ekonomi pancasila itu memiliki tiga sumber, yaitu islam, sosialisme dan budaya indonesia. Dus, ekonomi pancasila dirumuskan sebagai

“ekonomi yang mendasarkan diri pada nilai-nilai pancasila yang campuran serta hibrida: dari, untuk, dan oleh semua rakyat.”

Karenanya, ekonomi pancasila, menghendaki tiga tahap pembahasan. Pertama, pembahasan ontologis, yang menjawab pondasi. Kedua, pembahasan epistemologis yang menjawab pertanyaan bagaimana memahaminya dan bagaimana cara kerjanya. Ketiga, pembahasan aksiologis yang mempertanyakan hasil atau kondisi ideal yang dihasilkan oleh proses pembentukannya.

 

Jelas bukan konglomerasi atau oligarki. Tapi kini tiap hari kita disuguhi pola dan sistem jahat, rakus dan terus merampok secara akumulatif?  Tanpa malu mereka para elire memasifikasi harta dan mengintensifikasi kapital.

Melawan tradisi kejahatan itu semua, buku berjudul “logika berpancasila” ini menawarkan 5 logika pancasila (panca dharma). Yaitu rekonstitusi, rekapitalisasi, nasionalisasi, refinansialisasi dan resoverenitas.

 

Judul Buku : Logika Berpancasila

Penulis: M. Yudhie Haryono

Peresensi : Syaza farzanayu maheswari

Penerbit : Perkumpulan Pusaka Indonesia Gemahripah

Tahun terbit : 2023

Jumlah Halaman: iv + 286 halaman

Tags: HattaLogikaPancasila
Previous Post

Beasiswa Go-Read Juli

Next Post

Mengapa Hindia-Belanda Takluk oleh Jepang?

Next Post
Mengapa Hindia-Belanda Takluk oleh Jepang?

Mengapa Hindia-Belanda Takluk oleh Jepang?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagaimana Islam Memandang Aborsi, Childfree dan Perempuan Pencari Nafkah untuk Suaminya?

Bagaimana Islam Memandang Aborsi, Childfree dan Perempuan Pencari Nafkah untuk Suaminya?
oleh Ilham SR
21 Februari 2026
0
ShareTweetSendShare

Apakah Perempuan Sekarang Sudah Menjadi Sarinah Seperti yang Soekarno Impikan?

Apakah Perempuan Sekarang Sudah Menjadi Sarinah Seperti yang Soekarno Impikan?
oleh Etika Filosofia
20 Februari 2026
1
ShareTweetSendShare

Panduan Menulis Resensi Buku

Panduan Menulis Resensi Buku

Panduan Menulis Resensi Buku

oleh admin
19 Desember 2024
0
ShareTweetSendShare

Moral dalam Lintasan Teknologi dan Agama

Definisi Moral
oleh Muhammad Imam Farouq
20 Februari 2026
0
ShareTweetSendShare

"Baca Apa Yang Ingin Kamu Baca"

Menu

Penulis

Kontak

Daftar

Menjadi Penulis

Syarat Ketentuan

Privacy Policy

Copyright © 2023 Resensi.id. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Beasiswa
    • Beasiswa Go-Book
    • Beasiswa Go-Read
    • Beasiswa Go-Res
  • Resensi
    • Resensi Buku
    • Resensi Film
  • Peresensi

© 2022 Resensi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In